Menu Tutup

Musim penghujan dengan curah hujan tinggi mengakibatkan banyaknya kubangan air di berbagai tempat. Ada banyak kubangan dan tempat tampungan air pasca terjadinya hujan. Kubangan tanah pada umumnya, potongan bambu yang ada di pagar depan rumah maupun sisa bangunan, tumpukan sampah dengan berbagai posisi, ban bekas, kaleng-kaleng, pelepah tanaman di sekitar rumah, ember bekas dll adalah media bertelurnya nyamuk aedes aegipty penyebab penyakit demam berdarah.

Selain tempat indukan di luar rumah, nyamuk aedes aegipty juga senang bersarang di tempat penampungan yang ada di dalam rumah, seperti bak penampungan air, gentong, tempat minum burung, dispenser, tampungan air kulkas, tempat yang gelap, gantungan baju dan sejenisnya. Yang pada umumnya nyamuk aedes Aegipty ini senang pada tempat genangan air. Berdasar pada info diatas, dikaitkan dengan pasca banjir yang terjadi di Kec Karanganyar Demak dan sekitarnya, banyak sekali genangan-genangan air. Lingkungan yang kotor dan banyaknya sampah berserakan menjadi pencetus terjadi naiknya angka kasus demam berdarah. Lingkungan yang lama tak terjamah dan kotor menghasilkan banyaknya jentik nyamuk dan anakan nyamuk pasca banjir. Selain anakan nyamuk, banyak juga nyamuk dewasa berkeliaran dan menyebarkan penyakit, salah satunya Demam Berdarah.

Maria Sri Puji Astuti Staff P2P mengatakan, ‘’untuk mengantisipasi lonjakan kasus Demam berdarah, Dinas Kesehatan melalui Bidang P2P Penyakit Menular melakukan kegiatan fogging di beberapa desa yang terdampak banjir. Fogging yang dilakukan dimaksudkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah, utamanya dalam membasmi nyamuk dewasa. Dimana sebelum dilakukan Fogging, masyarakat di beri penyuluhan untuk melakukan kegiatan bersih lingkungan secara serentak untuk membasmi jentik nyamuknya. diharapkan dengan melakukan kegiatan kerjabakti secara massal, dapat membersihkan lingkungan untuk membunuh jentik nyamuk, dengan fogging diharapkan nyamuk dewasa yang ada di lingkungan juga terbasmi. Sehingga angka kejadian Demam berdarah dapat di tekan serendah mungkin.’’

Fogging adalah pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa. Dampak positif fogging ini adalah mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan dampak negatifnya adalah bahwa pengasapan ini menggunakan racun serangga yang diencerkan dengan penambahan solar atau minyak tanah. Karena menggunakan racun serangga dan solar, Fogging ini mencemari lingkungan dan akhirnya akan mencemari manusia. Selain itu fogging juga sangat mahal biayanya. Tambah Kabid P2P Heri Winarno, S.Km. M.Kes (Epid).

Dikarenakan hal diatas, oleh karenanya Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr Ali Maimun, M.Kes menyampaikan pengasapan hanya bisa membunuh nyamuk dewasa, sedang jentik nyamuk tetap bisa hidup dan menjadi dewasa. Oleh karenanya kadinkes menghimbau juga agar masyarakat melakukan Pemberantasan sarang nyamuk, dengan 3 M Plus yaitu mengubur barang bekas, Menutup tempat-tempat tampungan air, Menguras tempat tampungan air dan Mendaur ulang barang bekas yang tidak terpakai. Pakai kelambu saat tidur, pemakaian obat anti nyamuk, ikanisasi, abatisasi, pemakaian kawat kasa pada ventilasi udara dan yang paling penting rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar. (MIK_SDK DINKES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *